Melonjak 700% Pasca IPO, Saham CDIA Prajogo Pangestu Dinilai Masih Prospektif

Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) telah mencatatkan penguatan lebih dari 700% sejak pencatatan perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2025. Kendati demikian, BCA Sekuritas menilai emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu tersebut masih memiliki ruang penguatan seiring prospek pertumbuhan kinerja jangka menengah hingga panjang.

Dalam laporan riset yang dirilis pada 23 Desember 2025, Research Analyst BCA Sekuritas Muhammad Fariz memproyeksikan kinerja keuangan CDIA akan terus mengalami peningkatan. Pendapatan perseroan diperkirakan mencapai US$401 juta pada 2026, meningkat menjadi US$510 juta pada 2027, US$519 juta pada 2028, dan menembus US$523 juta pada 2029.

Ketergantungan Energi Masih Tinggi

BCA Sekuritas mencatat, hingga kuartal III/2025, struktur pendapatan CDIA masih didominasi oleh sektor energi. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan dari penjualan daya listrik dan jasa kelistrikan mencapai US$68,23 juta, tumbuh 13,85% secara tahunan (YoY) dan menyumbang 65,09% terhadap total pendapatan.

Sementara itu, segmen jasa sewa kapal menjadi kontributor terbesar kedua dengan nilai pendapatan US$24,67 juta, melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$1,84 juta.

Pendapatan lainnya berasal dari penjualan bahan bakar, serta sewa tangki dan dermaga, masing-masing sebesar US$7,72 juta dan US$4,19 juta.

Diversifikasi Pendapatan Jadi Fokus

Untuk mengurangi ketergantungan pada sektor energi, CDIA menargetkan komposisi pendapatan yang lebih seimbang dalam tiga hingga lima tahun ke depan. BCA Sekuritas mencatat, perseroan menargetkan kontribusi pendapatan dari energi sebesar 47%, pelabuhan dan penyimpanan 40%, serta logistik 13%.

Strategi tersebut akan didorong melalui monetisasi aset dalam ekosistem Grup Chandra Asri serta ekspansi basis pelanggan ke pihak ketiga. Menurut analis, langkah ini berpotensi menciptakan portofolio bisnis yang lebih seimbang antara aset bertumbuh dan aset defensif.

Proyeksi Laba dan Katalis Pertumbuhan

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih CDIA juga diproyeksikan meningkat secara konsisten. BCA Sekuritas memperkirakan laba bersih perseroan mencapai US$79 juta pada 2026, US$109 juta pada 2027, US$123 juta pada 2028, dan US$129 juta pada 2029.

Dari sisi operasional, CDIA dinilai memiliki keunggulan lokasi strategis di kawasan industri Cilegon, dengan infrastruktur energi, air, pelabuhan dan penyimpanan, serta logistik yang terintegrasi. Perseroan juga melayani lebih dari 1.800 pelanggan, yang dinilai memberikan stabilitas pendapatan.

Selain itu, afiliasi dengan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) serta kemitraan strategis dengan entitas nasional dan global, seperti Salim Group dan Krakatau Steel, menjadi katalis tambahan bagi pertumbuhan jangka panjang CDIA.

Valuasi Saham CDIA

Di pasar reguler BEI, saham CDIA terakhir diperdagangkan di level Rp1.650 per saham. Namun, berdasarkan pendekatan discounted cash flow (DCF), BCA Sekuritas menetapkan nilai wajar saham CDIA sebesar Rp2.340 per saham, yang mencerminkan potensi kenaikan sekitar 41,81%.

Sementara itu, dengan menggunakan metode dividend discount model (DDM) dan asumsi dividend payout ratio sekitar 40%, nilai wajar CDIA berada di level Rp2.215 per lembar saham.

Comments

Popular posts from this blog

Perubahan Pola Hidup Sehat Dapat Menekan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Kurang Aktivitas Fisik Harian Dapat Memberi Dampak Buruk Terhadap Kesehatan Tubuh

Industri Desain Dan Konten Digital Menghidupkan Ekonomi Kreatif Di Era Internet